Kamis, 05 Mei 2011

Imbang Di Camp Nou, Barcelona Ke Wembley


Barcelona berhasil memastikan tiket final Liga Champions musim ini. Bermain di depan pendukungnya sendiri, Blaugrana sukses menahan imbang Real Madrid 1-1, Selasa (3/5).
Pada pertandingan ini, pasukan Madrid tidak ditemani pelatih Jose Mourinho. The Special One tidak berada di Camp Nou demi alasan keamanan. Mourinho hanya menginstruksikan para pemainnya melalui asisten pelatih, Aitor Karanka.
Disamping itu, Madrid yang butuh tiga gol mulai kembali ke pola lama 4-2-3-1 dengan menempatkan Lassana Diarra dan Xabi Alonso sebagai gelandang bertahan. Kaka dan Gonzalo Higuain juga menjadi pemain inti untuk menggantikan tempat Mesut Oezil dan Karim Benzema.
Kendati demikian, dominasi permainan masih dipegang penuh anak-anak Catalan. Kembali bermainnya Andres Iniesta juga membuat permainan Blaugrana lebih terorganisir.
Peluang pertama pada laga tersebut hadir melalui sepak pojok. Pada menit ke-22, umpan sepak pojok Xavi Hernandez mengarah tepat ke Sergio Busquets di depan mulut gawang Madrid. Beruntung, posisi Iker Casillas tepat untuk membaca arah sundulan Busquets.
Sepuluh menit berselang, giliran Lionel Messi yang memperoleh peluang. Tetapi, tendangan kaki kirinya kembali bisa dihentikan Casillas. Pun saat kesempatan yang didapat David Villa pada menit ke-37, yang bisa diselamatkan Casillas dengan sempurna.
Madrid hanya memiliki satu kesempatan mencetak gol lima menit jelang turun minum. Akan tetapi, umpan silang mendatar Cristiano Ronaldo yang mengarah ke Angel Di Maria, berhasil dipotong Victor Valdes. Skor kacamata bertahan hingga 45 menit paruh pertama pertandingan.
Dua menit memasuki babak kedua, Madrid sebenarnya sempat membuka keunggulan jika saja tendangan Higuain tidak dianulir wasit. Namun, wasit menganggap telah terjadi pelanggaran terlebih dahulu sebelum Higuain menceploskan bola.
Publik Camp Nou akhirnya bergemuruh pada menit ke-54. Sebuah umpan terobosan manis Iniesta dengan sempurna dikontrol Pedro Rodriguez. Pedro lantas dengan mudah menggetarkan jala Casillas dalam situasi satu lawan satu.
Sepuluh menit berselang, Los Blancos akhirnya mampu membuat gol pertamanya di Camp Nou musim ini. Berawal dari aksi individu, Di Maria melayangkan tembakan keras yang masih mengenai mistar gawang Valdes. Beruntung, bola kembali ke arah Di Maria dan dengan tenang mengumpan ke Marcelo yang berada di posisi yang lebih terbuka. Marcelo pun berhasil menggetarkan jala Barcelona.
Setelah mencetak gol penyeimbang, para pemain Madrid semakin bernafsu untuk mencetak dua gol tambahan demi mengamankan tiket final. Namun, semua usaha tersebut sia-sia saat wasit meniupkan peluit tanda pertandingan berakhir.
Kendati imbang pada leg kedua, Barcelona pun lolos ke final Liga Champions dengan agregat total 3-1. Barcelona tinggal menunggu pemenang antara Manchester United versus Schalke 04 yang baru akan bertandinga, Rabu (4/5) nanti. (Okky)
Formasi:
Barcelona : Valdes; Alves, Mascherano, Pique, Puyol (Abidal 90); Busquets, Xavi, Iniesta; Pedro (Afellay 90+2), Messi, Villa (Keita 74)
Real Madrid : Casillas; Arbeloa, Carvalho, Albiol, Marcelo; Lass, Xabi Alonso; Di Maria, Kaka (Oezil 60), C. Ronaldo; Higuain (Adebayor 55)
Statistik pertandingan:  
Total tendangan: 11-3
Tendangan ke arah gawang: 6-1
Corner: 3-2
Offside: 4-2
Ball Possessions: 64%-36%
Pelanggaran: 10-31
Kartu Kuning: Pedro 82 - Carvalho 13, Lass 58, Xabi Alonso 69, Marcelo 75, Adebayor 85

Ronaldo: Barca Ajarkan Mascherano untuk Curang

Penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, yakin bahwa Barcelona merupakan tim yang luar biasa, tetapi ia mengeluhkan cara curang yang Barca gunakan para pemainnya, khususnya Javier Mascherano. 
Real Madrid harus tersingkir dari Liga Champion setelah kalah agregat 1-3 dari rival abadi mereka, Barcelona, di babak semifinal. Mereka bermain imbang 1-1 di Camp Nou tadi malam, Rabu (4/5) dini hari WIB, namun kekalahan 0-2 yang mereka alami di leg pertama membuat mereka harus tersingkir.

Kemenangan 2-0 yang diraih Barca di leg pertama pekan lalu di Bernabeu diliputi kontroversi setelah Pepe dan Jose Mourinho diusir oleh wasit. Madrid pun merasakan lagi kontroversi terhadap mereka di mana tadi malam gol yang dicetak Gonzalo Higuain dianulir wasit.



Ronaldo mengomentari proses awal dianulirnya gol Higuain yang disebabkan wasit menganggap ia terlebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Javier Mascherano. Padahal saat itu, ia terjatuh karena tackle yang dilakukan Gerard Pique terhadap dirinya dan Javier Mascherano terdorong badannya.


"(Gerard) Pique berbenturan dengan saya, dan saya jatuh ke (Javier) Mascherano. Ia tidak seperti saat masih di Liverpool, ia diajarkan kecurangan oleh Barcelona," ujar Ronaldo seperti dilansirGoal.com. "Ruang ganti sangat sedih. Sangat sulit bermain dengan kekecewaan seperti ini," tambahnya.


Ronaldo pun bersikeras bahwa bukan permainan klub sekelas Barcelona yang membuat mereka bisa memenangkan pertandingan dengan mudah. "Ini adalah Mission Impossible IV," ujar Ronaldo. "Kami tahu bahwa ini akan terjadi. Kami terbiasa hidup dengan hal-hal seperti ini. Mereka mengambil kesempatan kami mencapai final di leg pertama di Bernabeu. Di sini? di sini juga terjadi hal yang sama," lanjut bintang asal Portugal.

"Ada banyak hal. Apa yang terjadi di Bernabeu, apa yang terjadi hari ini, ada yang harus dipikirkan. Barcelona memiliki sebuah tim yang luar biasa, tetapi ada sesuatu dibalik itu. Sulit bermain dengan 10 pemain setelah kami menerima kartu merah, dan sulit bermain dengan gol yang dianulir hari ini," papar Ronaldo.

Dengan kemenangan agregat 3-1, Barcelona memperoleh tiket ke Wembley dan akan menunggu pemenang antara Manchester United dan Schalke 04, yang baru akan dipastikan nanti malam di Old Trafford.